Senin, 22 September 2014

19 September 2014

Pada hari ini, saya mendapatkan 4 sesi pelajaran di kelas filsafat. Pelajaran yang saya dapatkan antara lain mengenai subyektivisme dan obyektivisme, konfirmasi, inferensi, dan telaah konstruksi teori, logika (deduktif-induktif), dan critical thinking. Jadi, saya akan mulai menjelaskan apa yang saya dapatkan melalui blog ini

SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME

Subyektivisme
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.

Ciri-ciri pendekatan subyektivisme :

  1. Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan yang istimewa
  2. Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri
  3. Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalamanan bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek
Realisme Epistemologis berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yang lain" dari diri saya
Idealisme Epistemologis berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
Pengetahuan tentang diri sendiri adalah pengetahuan langsung. Semua pengetahuan "yang bukan aku" atau "yang di luar diri sendiri" diragukan kebenarannya. Pengetahuan "yang tentang bukan aku" merupakan pengetahuan tidak langsung.
Descartes seorang rasionalis yang menolak skeptisisme yang membawanya ke subyektivisme. Sikap dasar skeptisisme adalah "kita tidak pernah tahu tentang apapun". Skeptisisme meragu-ragukan kemungkinan bahwa manusia bisa mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti yang cukup bahwa manusia  benar-benar mengetahui sesuatu. Descartes meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang dunia luar kita. Descartes ke dalam posisi ekstrim yang disebut solipsisme (Latin) yaitu gabungan antara Solus dan ipse yang berarti “ia sendiri pada dirinya”.
Dalam kenyataan hidup diri sebagai subyek yang bukan hanya berfungsi sebagai penahu, tetapi juga sebagai pelaku tidak bisa mengandaikan adanya “yang lain” baik sebagai obyek pengetahuan dan kegiatannya maupun sebagai sesama subyek dalam dialog.

Obyektivisme
Obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Obyektivisme beranggapan bahwa tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya.
3 pandangan dasar obyektivisme :
1.Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
2.Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
3.Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi. 
 Obyek itu bersifatumumdalam arti bahwa obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatasObyek-obyek itu bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan atau pun tidak.
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, beberapa syarat harus dipenuhi:
  a. Obyek harus sesuai dengan jenis indera kita
  b.  Organ indera harus normal dan sehat
  c. Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada.


Perlu mengingat pembedaan antara obyek khusus dan obyek umum. Obyek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya, warna, suara, bauObyek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilhat dan diraba atau oleh indera lainnya.
Keyakinan tidaklah selalu obyektif dalam hubungannya dengan kesadaran pertimbangan, tetapi obyek-obyek konseptual benar-benar bersifat obyektif.
Masalah persepsi tetap merupakan masalah yang paling besar yang tidak terpecahkan di dalam keseluruhan epistemologi.

KONFIRMASI, INFERENSI & KONSTRUKSI TEORI

Konfirmasi
Secara etimologi berasal dari bahasa Inggris, confirmation : penegasan atau memperkuat. Berhubungan dengan filsafat ilmu, maka fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Ada 2 aspek informasi yaitu kuantitatif dan kualitatif.

Konfirmasi kuantitatif : membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yg akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum.

Konfirmasi kualitatif : menjalankan model wawancara mendalam

3 jenis konfirmasi :
       decision theory: kepastian berdasarkan keputusan ‘apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
       estimation theory: menetapkan kepastian dg memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Mis. statistik.
       reliability theory: menetapkan kepastian dg mencermati stabilitas fakta/evidensi yg berubah2 terhadap hipotesis.

Inferensi
Inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan).
Jenis-jenis inferensi :
·         Inferensi deduktif (pengambilan kesimpulan dari umum ke khusus)
·         Inferensi induktif (pengambilan kesimpulan dari khusus ke umum)

HUKUM INFERENSI:
Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.

Konstruksi teori
Teori adalah model/kerangka pikiran yg menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu. Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.

Pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode:
·         Animisme: fase percaya pd mitos.
·         Ilmu empiris: tolok ukur ilmu paling sederhana adalah pengalaman, klasifikasi: prosedur paling dasar utk mengubah data, penemuan hubungan-hubungan, dan perkiraan kabenaran.
·         Ilmu teoretis: gejala yg ditemukan dlm ilmu empiris diterangkan dg kerangka pemikiran.

3 model konstruksi teori :
       Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
       Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/ nilai. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
       Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks.
CRITICAL THINKING
Karakteristik berpikir kritis :
1.    Rasional, reasonable, dan reflektif
Berdasarkan alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. Pemikir kritis akan mengoleksi data, menimbang fakta, dan memikirkan permasalahan.
2.    Melibatkan skepticism yang sehat dan konstuktif
Menaati peraturan setelah berpikir panjang  dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal
3.    Otonomi
Tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4.    Kreatif
Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5.    Adil
Tidak bias atau berpihak
6.    Dapat dipercaya dan dilakukan
-      Memutuskan tindakan yang akan dilakukan;
-      Membuat observasi yang dapat dipercaya;
-      Menegakkan kesimpulan secara tepat;
-      Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam :
  Analisa
  Aplikasi standar
  Diskriminasi
  Pencarian informasi
  Pembuatan alasan logis
  Prediksi
  Transformasi pengetahuan
5 model berpikir kritis
1. Total recall (pemanggilan total)
Mengingat fakta/ suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan serta kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.
2. Habits (kebiasaan)
Pendekatan berpikir yang diulang2 dengan sering. Sesuatu yang “dilakukan tanpa berpikir”. Walaupun bukan dilakukan tanpa dipikir, tetapi hal tersebut telah mendarah daging sehingga terlihat seperti tidak disadari.
3. Inquiry (pencarian informasi)
Memeriksa isu2 secara mendalam dengan menanyakan hal2 yang terlihat nyata; termasuk menggali dan menanyakan segala sesuatu – khususnya asumsi sso terhadap situasi tertentu serta cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu kesimpulan.
4. New ideas and creativity (ide-ide baru dan kreatifitas)
Berpikir melebihi sumber. Berpikir kratif berlawanan dengan habitualis. Orang yang kreatif akan berkata “let’s try another way” sedangkan orang yang habitualis akan berkata “this is the way things have always been done”. Orang yang kreatif akan mencoba menjadi orang yang berbeda dari orang lain.
5. Knowing how you think (mengetahui apa yang anda pikirkan)

Berpikir tentang bagaimana orang berpikir. Metacognition : berada di antara proses mengetahui atau tahu bagaimana anda berpikir.

CRITICAL THINKING

Karakteristik berpikir kritis :
1.    Rasional, reasonable, dan reflektif
Berdasarkan alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. Pemikir kritis akan mengoleksi data, menimbang fakta, dan memikirkan permasalahan.
2.    Melibatkan skepticism yang sehat dan konstuktif
Menaati peraturan setelah berpikir panjang  dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal
3.    Otonomi
Tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4.    Kreatif
Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5.    Adil
Tidak bias atau berpihak
6.    Dapat dipercaya dan dilakukan
-      Memutuskan tindakan yang akan dilakukan;
-      Membuat observasi yang dapat dipercaya;
-      Menegakkan kesimpulan secara tepat;
-      Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.

Pemikir kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam :
  Analisa
  Aplikasi standar
  Diskriminasi
  Pencarian informasi
  Pembuatan alasan logis
  Prediksi
  Transformasi pengetahuan

5 model berpikir kritis
1. Total recall (pemanggilan total)
Mengingat fakta/ suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan serta kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.
2. Habits (kebiasaan)
Pendekatan berpikir yang diulang2 dengan sering. Sesuatu yang “dilakukan tanpa berpikir”. Walaupun bukan dilakukan tanpa dipikir, tetapi hal tersebut telah mendarah daging sehingga terlihat seperti tidak disadari.
3. Inquiry (pencarian informasi)
Memeriksa isu2 secara mendalam dengan menanyakan hal2 yang terlihat nyata; termasuk menggali dan menanyakan segala sesuatu – khususnya asumsi sso terhadap situasi tertentu serta cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu kesimpulan.
4. New ideas and creativity (ide-ide baru dan kreatifitas)
Berpikir melebihi sumber. Berpikir kratif berlawanan dengan habitualis. Orang yang kreatif akan berkata “let’s try another way” sedangkan orang yang habitualis akan berkata “this is the way things have always been done”. Orang yang kreatif akan mencoba menjadi orang yang berbeda dari orang lain.
5. Knowing how you think (mengetahui apa yang anda pikirkan)
Berpikir tentang bagaimana orang berpikir. Metacognition : berada di antara proses mengetahui atau tahu bagaimana anda berpikir.

LOGIKA


PENGERTIAN LOGIKA

Secara etimologi, Logika berasal dari bahasa Yunani, Logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa. Logika = cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas2 atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

OBJEK LOGIKA
      Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
      Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

MANFAAT BELAJAR LOGIKA
1.    Membantu setiap  orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
2.    Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak.
3.    Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4.    Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.

SEJARAH LOGIKA
Sebagai istilah logika pertama sekali digunakan oleh Zeno dengan aliran stoisismenya, tetapi filsuf pertama yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Kendati istilah yang digunakan adalah analitika, tetapi dialah yang pertama sekali meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar.

MACAM-MACAM LOGIKA
·         Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika scr spontan
·         Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari.

LOGIKA FORMAL : Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk. Biasa disebut juga dengan logika minor.
LOGIKA MATERIAL/ISI : Logika yang membahas tentang kebenaran isi. Biasa disebut juga dengan logika mayor.
ARGUMEN ILMIAH : Mementingkan struktur penalaran yang tepat atau sahih (valid) sekaligus isi atau maknanya sesuai dengan kenyataan.

LOGIKA INDUKTIF DAN DEDUKTIF

a.    Logika Induktif
Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu. Kebenaran dari hasil penarikan kesimpulannya bersifat sementara.
Ciri penalaran induktif :
·         Premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera.
·         Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas dari pada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya.
·         Kesimpulan induksi memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.

Generalisasi Indukttif
Genaralisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua. Bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum.
Syarat-syarat generalisasi :
·         Generasilasi tidak terbatas secara numerik.
·         Generalisasi tidak terbatas secara “spasio-temporal” (tidak boleh terbatas ruang dan waktu).
·         Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian.

Analogi Induktif
Analogi induktif artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat-sifat esensial yang sama.
Faktor Probabilitas :
Kebenaran kesimpulan dalam logika induktif, baik itu generalisasi maupun analogi induktif bersifat tidak pasti (bersifat masih kemungkinan). Artinya kebenaran kesimpulan induksi selalu terkait dengan tinggi rendahnya probabilitas. Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.

Kesesatan Generalisasi/Analogi :
      Ketidaksesuaian dengan kaidah-kaidah penelaran akan membuat dan membawa manusia mengalamai kesesatan (fallacy). Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu:
1.    Faktor Tergesa-gesa
2.    Faktor ceroboh
3.    Faktor prasangka

Hubungan sebab akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan atau kejadian lainnya. Kejadian yang lainnya disebut sebab dan yang terjadi sebagai akibat.

Ada 3 pola hubungan sebab akibat :
·         Sebab -> Akibat
·         Akibat -> Sebab
·         Akibat -> Akibat

b.    Logika Deduktif
Penalaran deduktif selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme. Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis-premis dan dari premis-premis itu ditarik suatu kesimpulan.
Premis = Benar:Kesimpulan = Benar
Premis dianggap “benar” apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya premis dianggap “salah” apabila tidak sesuai dengan realita.
Suatu argumentasi disebut silogisme apabila mengikuti ciri-ciri sebagai berikut.
1.    Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris.
2.    Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan.
3.    Dua premis dan satu kesimpulans ecara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing trem tampak di dalam dua dari tiga proposisi.
Siilogisme terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan, yaitu premis mayor, Premis minor dan kesimpulan. Silogisme terdiri dari ketiga term yang berbeda (term mayor, term minor dan term menengah), serta masing-masing term muncul dalam dua dari tiga proposisi.

Nah! Ini semua yang telah saya pelajari di pertemuan ke empat, yang tentunya lebih melelahkan karena biasanya satu hari hanya belajar 2 sesi tapi hari ini belajar 4 sesi dan pulangnya pk. 16.40 tapi bukan masalah karena mama ku pernah berkata "orang yang mau sukses harus berani capek". Oke, sekian blog ingrid hari ini, semoga kalian bisa mendapat manfaat dari blog ku ya. Jangan lupa tinggalkan komentar dan kasih nilai untuk blog ku dari 1-100 hehehe makasih semua :D

Sumber : power point "subyektivisme dan obyektivisme", "konfirmasi, koherensi, dan konstruksi teori", "logika" dan "critical thinking"

32 komentar:

  1. Hai inggrid... Blog kamu bagus.. Jelas dan tidak bertele-tele. aku kasih nilai 88 buat kamu.. :)

    BalasHapus
  2. desain backgroundny keren, isinya jg bgus,
    saya kasih 85 yaa
    visit my blog litaseptiani.blogspot.com

    BalasHapus
  3. keren nih, lengkap banget. jadi makin tertarik buatbelajar filsafat. kasih 85 yah

    BalasHapus
  4. bagus grid, keep posting ya, ditunggu update nya

    BalasHapus
  5. Hai, blog kamu cukup bagus dan lengkap, aku kasih nilai 80 ya :D

    BalasHapus
  6. Inggrid blognya rapi sekalii, posting an nya jga uda lengkap! Nilainya 90 yahhh

    BalasHapus
  7. Griid blognya enak bgt dibacaaa keep on posting yea

    BalasHapus
  8. ingrid background blognya sih bagus loh, tampilannya menarik. isinya itu loh juga, kmren dosennya pake bahasa berat tp lu disini bahasanya gampang dimengerti. mantep beut dahhh ingrid :* 90 !

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai woennn, makasih makasih yaaa punya lu juga bagus lohhh kemaren gua liat muah muah :*

      Hapus
  9. lengkap banget nih, kirain kamus, ga tau nya blog nya Ingrid.. jadi ga bisa ngasih nilai kurang dari 88 nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh bang rendy, bisaan aja nih si abang hahaha makasih yaaa banggg :3

      Hapus
  10. Lengkap bgt blog mu nggrid hehehee semangat trus yaaaa 92 :))

    BalasHapus
  11. Bagus, menarik, dan rapi... nilai 80 dehh :)

    BalasHapus
  12. lengkap blognya ^^ mudah dimengerti juga 90 buat ingrid

    BalasHapus
  13. blognya bagus grid.. jelas dan rapiii
    85 deeh buat ingridd :)

    BalasHapus
  14. gilee.. lengkap bgd griiddd.... mantaappp.. rapi juga.. 95 deh buat ingrid

    BalasHapus