Pada hari ini, saya mendapatkan 4 sesi pelajaran di kelas
filsafat. Pelajaran yang saya dapatkan antara lain mengenai subyektivisme dan
obyektivisme, konfirmasi, inferensi, dan telaah konstruksi teori, logika
(deduktif-induktif), dan critical thinking. Jadi, saya akan mulai menjelaskan
apa yang saya dapatkan melalui blog ini
SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME
Subyektivisme
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.
Ciri-ciri pendekatan subyektivisme :
- Menggagas
pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan
yang istimewa
- Pengalaman
subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi
diri sendiri
- Prinsip
subyektif tentang alasan cukup, karena pengalamanan bersifat personal,
benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan
langsung dari diri subyek
Realisme Epistemologis berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan “apa yang lain" dari diri saya
Idealisme Epistemologis berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di
dlm suatu ide, yg merupakan suatu peristiwa subyektif murni.
Pengetahuan tentang diri sendiri adalah pengetahuan langsung. Semua pengetahuan "yang bukan aku" atau "yang di luar diri sendiri" diragukan kebenarannya. Pengetahuan "yang tentang bukan aku" merupakan pengetahuan tidak langsung.
Descartes seorang rasionalis yang menolak skeptisisme yang membawanya ke subyektivisme. Sikap dasar skeptisisme adalah "kita tidak pernah tahu tentang apapun". Skeptisisme meragu-ragukan kemungkinan bahwa manusia bisa mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti yang cukup bahwa manusia benar-benar mengetahui sesuatu. Descartes meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang dunia luar kita. Descartes ke dalam posisi ekstrim yang disebut solipsisme (Latin) yaitu gabungan antara Solus dan
ipse yang berarti “ia sendiri pada dirinya”.
Dalam kenyataan hidup diri sebagai subyek yang bukan hanya berfungsi sebagai penahu, tetapi juga sebagai pelaku tidak bisa mengandaikan adanya “yang lain” baik sebagai obyek pengetahuan dan kegiatannya maupun sebagai sesama subyek dalam dialog.
Obyektivisme
Obyektivisme merupakan pandangan bahwa obyek yang kita persepsikan melalui perantara indera kita itu ada dan bebas dari kesadaran manusia. Obyektivisme beranggapan bahwa tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya.
3 pandangan dasar obyektivisme :
1.Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif,
2.Kebenaran itu datang dari bukti faktual,
3.Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Obyek itu bersifat “umum” dalam arti bahwa obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya tidak terbatas. Obyek-obyek itu bersifat permanen, baik untuk dipersepsikan atau pun tidak.
Untuk mempercayai kebenaran kesaksian inderawi, beberapa syarat harus dipenuhi:
a. Obyek harus sesuai dengan jenis indera kita
b. Organ
indera harus normal
dan sehat
c. Karena obyek ditangkap melalui medium, maka medium itu harus ada.
Perlu mengingat pembedaan antara obyek khusus dan obyek umum. Obyek khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera. Misalnya, warna, suara, bau. Obyek umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. Misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilhat dan diraba atau oleh indera lainnya.
Keyakinan tidaklah selalu obyektif dalam hubungannya dengan kesadaran pertimbangan, tetapi obyek-obyek konseptual benar-benar bersifat obyektif.
Masalah persepsi tetap merupakan masalah yang paling besar yang tidak terpecahkan di dalam keseluruhan epistemologi.
KONFIRMASI,
INFERENSI & KONSTRUKSI TEORI
Konfirmasi
Secara
etimologi berasal dari bahasa Inggris, confirmation : penegasan atau
memperkuat. Berhubungan dengan filsafat ilmu, maka fungsi ilmu pengetahuan
adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari
kenyataan/fakta. Ada 2 aspek informasi yaitu kuantitatif dan kualitatif.
Konfirmasi
kuantitatif : membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel,
yg akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum.
Konfirmasi
kualitatif : menjalankan model wawancara mendalam
3
jenis konfirmasi :
• decision theory: kepastian berdasarkan
keputusan ‘apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
• estimation theory: menetapkan kepastian dg
memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Mis. statistik.
• reliability theory: menetapkan kepastian dg
mencermati stabilitas fakta/evidensi yg berubah2 terhadap hipotesis.
Inferensi
Inferensi
dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau
lebih proposisi (keputusan).
Jenis-jenis
inferensi :
·
Inferensi
deduktif (pengambilan kesimpulan dari umum ke khusus)
·
Inferensi
induktif (pengambilan kesimpulan dari khusus ke umum)
HUKUM INFERENSI:
Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.Kalau premis-premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat kebetulan benar.
Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
Bila kesimpulan benar, maka premis-premisnya dapat benar, tetapi dapat juga salah.
Konstruksi
teori
Teori
adalah model/kerangka pikiran yg menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu. Teori
dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.
Pengelompokan
perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode:
·
Animisme:
fase percaya pd mitos.
·
Ilmu empiris:
tolok ukur ilmu paling sederhana adalah pengalaman, klasifikasi: prosedur
paling dasar utk mengubah data, penemuan hubungan-hubungan, dan perkiraan
kabenaran.
·
Ilmu teoretis:
gejala yg ditemukan dlm ilmu empiris diterangkan dg kerangka pemikiran.
3
model konstruksi teori :
• Model korespondensi:
kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
• Model koherensi: sesuatu
dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan
kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/
nilai. Model ini digunakan dalam
pendekatan fenomenologis.
• Model paradigmatis:
Konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan
yang kompleks.
CRITICAL THINKING
Karakteristik
berpikir kritis :
1. Rasional, reasonable, dan
reflektif
Berdasarkan
alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. Pemikir kritis akan
mengoleksi data, menimbang fakta, dan memikirkan permasalahan.
2. Melibatkan skepticism yang
sehat dan konstuktif
Menaati
peraturan setelah berpikir panjang dengan
mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan
bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal
3. Otonomi
Tidak
mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4. Kreatif
Menciptakan
ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5. Adil
Tidak
bias atau berpihak
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
- Memutuskan tindakan yang akan
dilakukan;
- Membuat observasi yang dapat
dipercaya;
- Menegakkan kesimpulan secara
tepat;
- Mengatasi masalah dan
mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir
kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam :
Analisa
Aplikasi standar
Diskriminasi
Pencarian informasi
Pembuatan alasan logis
Prediksi
Transformasi pengetahuan
5
model berpikir kritis
1.
Total recall (pemanggilan total)
Mengingat
fakta/ suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika
dibutuhkan serta kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan
merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.
2.
Habits (kebiasaan)
Pendekatan
berpikir yang diulang2 dengan sering. Sesuatu yang “dilakukan tanpa berpikir”. Walaupun
bukan dilakukan tanpa dipikir, tetapi hal tersebut telah mendarah daging
sehingga terlihat seperti tidak disadari.
3.
Inquiry (pencarian informasi)
Memeriksa
isu2 secara mendalam dengan menanyakan hal2 yang terlihat nyata; termasuk
menggali dan menanyakan segala sesuatu – khususnya asumsi sso terhadap situasi
tertentu serta cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu
kesimpulan.
4. New
ideas and creativity (ide-ide baru dan kreatifitas)
Berpikir
melebihi sumber. Berpikir kratif berlawanan dengan habitualis. Orang yang
kreatif akan berkata “let’s try another way” sedangkan orang yang habitualis
akan berkata “this is the way things have always been done”. Orang yang kreatif
akan mencoba menjadi orang yang berbeda dari orang lain.
5.
Knowing how you think (mengetahui apa yang anda pikirkan)
Berpikir
tentang bagaimana orang berpikir. Metacognition : berada di antara proses
mengetahui atau tahu bagaimana anda berpikir.
CRITICAL THINKING
Karakteristik
berpikir kritis :
1. Rasional, reasonable, dan
reflektif
Berdasarkan
alasan dan bukti bukan atas dasar keinginan pribadi. Pemikir kritis akan
mengoleksi data, menimbang fakta, dan memikirkan permasalahan.
2. Melibatkan skepticism yang
sehat dan konstuktif
Menaati
peraturan setelah berpikir panjang dengan
mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan
bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal
3. Otonomi
Tidak
mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri
4. Kreatif
Menciptakan
ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran dan konsep
5. Adil
Tidak
bias atau berpihak
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
- Memutuskan tindakan yang akan
dilakukan;
- Membuat observasi yang dapat
dipercaya;
- Menegakkan kesimpulan secara
tepat;
- Mengatasi masalah dan
mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.
Pemikir
kritis di psikologi akan mempraktekan ketrampilan kognitif dalam :
Analisa
Aplikasi standar
Diskriminasi
Pencarian informasi
Pembuatan alasan logis
Prediksi
Transformasi pengetahuan
5
model berpikir kritis
1.
Total recall (pemanggilan total)
Mengingat
fakta/ suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika
dibutuhkan serta kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan
merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.
2.
Habits (kebiasaan)
Pendekatan
berpikir yang diulang2 dengan sering. Sesuatu yang “dilakukan tanpa berpikir”. Walaupun
bukan dilakukan tanpa dipikir, tetapi hal tersebut telah mendarah daging
sehingga terlihat seperti tidak disadari.
3.
Inquiry (pencarian informasi)
Memeriksa
isu2 secara mendalam dengan menanyakan hal2 yang terlihat nyata; termasuk
menggali dan menanyakan segala sesuatu – khususnya asumsi sso terhadap situasi
tertentu serta cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu
kesimpulan.
4. New
ideas and creativity (ide-ide baru dan kreatifitas)
Berpikir
melebihi sumber. Berpikir kratif berlawanan dengan habitualis. Orang yang
kreatif akan berkata “let’s try another way” sedangkan orang yang habitualis
akan berkata “this is the way things have always been done”. Orang yang kreatif
akan mencoba menjadi orang yang berbeda dari orang lain.
5.
Knowing how you think (mengetahui apa yang anda pikirkan)
Berpikir
tentang bagaimana orang berpikir. Metacognition : berada di antara proses
mengetahui atau tahu bagaimana anda berpikir.
MANFAAT BELAJAR
LOGIKA
SEJARAH LOGIKA
MACAM-MACAM
LOGIKA
LOGIKA FORMAL : Logika yang berbicara
tentang kebenaran bentuk. Biasa disebut juga dengan logika minor.
LOGIKA MATERIAL/ISI : Logika yang membahas tentang kebenaran isi. Biasa disebut juga dengan logika mayor.
ARGUMEN ILMIAH : Mementingkan struktur penalaran yang tepat atau sahih (valid) sekaligus isi atau maknanya sesuai dengan kenyataan.
Generalisasi
Indukttif
Genaralisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua. Bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum.
Syarat-syarat generalisasi :
Analogi Induktif
Analogi induktif artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat-sifat esensial yang sama.
Faktor Probabilitas :
Kebenaran kesimpulan dalam logika induktif, baik itu generalisasi maupun analogi induktif bersifat tidak pasti (bersifat masih kemungkinan). Artinya kebenaran kesimpulan induksi selalu terkait dengan tinggi rendahnya probabilitas. Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.
Kesesatan Generalisasi/Analogi :
Ketidaksesuaian dengan kaidah-kaidah penelaran akan membuat dan membawa manusia mengalamai kesesatan (fallacy). Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu:
Hubungan sebab
akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan
atau kejadian lainnya. Kejadian yang lainnya disebut sebab dan yang terjadi
sebagai akibat.
Ada 3 pola hubungan sebab akibat :
Premis = Benar:Kesimpulan = Benar
Premis dianggap “benar” apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya premis dianggap “salah” apabila tidak sesuai dengan realita.
Suatu argumentasi disebut silogisme apabila mengikuti ciri-ciri sebagai berikut.
Nah! Ini semua yang telah saya pelajari di pertemuan ke empat, yang tentunya lebih melelahkan karena biasanya satu hari hanya belajar 2 sesi tapi hari ini belajar 4 sesi dan pulangnya pk. 16.40 tapi bukan masalah karena mama ku pernah berkata "orang yang mau sukses harus berani capek". Oke, sekian blog ingrid hari ini, semoga kalian bisa mendapat manfaat dari blog ku ya. Jangan lupa tinggalkan komentar dan kasih nilai untuk blog ku dari 1-100 hehehe makasih semua :D
LOGIKA
PENGERTIAN LOGIKA
Secara etimologi, Logika berasal
dari bahasa Yunani, Logikos yang berarti sesuatu yang
diungkapkan/diutarakan lewat bahasa. Logika = cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas2 atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
OBJEK LOGIKA
• Objek material logika
adalah manusia itu sendiri.
• Objek formal logika
ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang
tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.
1. Membantu setiap orang untuk
mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
2. Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak.
3. Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4. Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan
dalam menarik kesimpulan.
Sebagai istilah logika pertama sekali
digunakan oleh Zeno dengan aliran stoisismenya, tetapi
filsuf pertama yang menggunakan logika sebagai ilmu adalah Aristoteles. Kendati istilah yang
digunakan adalah analitika, tetapi
dialah yang pertama sekali meneliti berbagai argumentasi yang
berangkat dari proposisi yang benar.
·
Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika scr spontan
·
Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari.
LOGIKA MATERIAL/ISI : Logika yang membahas tentang kebenaran isi. Biasa disebut juga dengan logika mayor.
ARGUMEN ILMIAH : Mementingkan struktur penalaran yang tepat atau sahih (valid) sekaligus isi atau maknanya sesuai dengan kenyataan.
LOGIKA INDUKTIF DAN DEDUKTIF
a.
Logika Induktif
Cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi
tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu. Kebenaran
dari hasil penarikan kesimpulannya bersifat sementara.
Ciri penalaran
induktif :
·
Premis-premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan
langsung dengan observasi indera.
·
Kesimpulan
dalam penalaran induksi lebih luas dari pada apa yang dinyatakan di dalam premis-premisnya.
·
Kesimpulan induksi memiliki kredibilitas rasional yang disebut probabilitas.
Genaralisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua. Bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum.
Syarat-syarat generalisasi :
·
Generasilasi
tidak terbatas secara numerik.
·
Generalisasi
tidak terbatas secara “spasio-temporal” (tidak boleh terbatas ruang dan waktu).
·
Generalisasi
harus dapat dijadikan dasar pengandaian.
Analogi induktif artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat-sifat esensial yang sama.
Faktor Probabilitas :
Kebenaran kesimpulan dalam logika induktif, baik itu generalisasi maupun analogi induktif bersifat tidak pasti (bersifat masih kemungkinan). Artinya kebenaran kesimpulan induksi selalu terkait dengan tinggi rendahnya probabilitas. Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.
Kesesatan Generalisasi/Analogi :
Ketidaksesuaian dengan kaidah-kaidah penelaran akan membuat dan membawa manusia mengalamai kesesatan (fallacy). Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif, yaitu:
1. Faktor Tergesa-gesa
2. Faktor ceroboh
3. Faktor prasangka
Ada 3 pola hubungan sebab akibat :
·
Sebab -> Akibat
·
Akibat -> Sebab
·
Akibat -> Akibat
b.
Logika Deduktif
Penalaran
deduktif selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme. Silogisme adalah suatu
bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis-premis dan dari
premis-premis itu ditarik suatu kesimpulan.Premis = Benar:Kesimpulan = Benar
Premis dianggap “benar” apabila sesuai dengan realitas. Sebaliknya premis dianggap “salah” apabila tidak sesuai dengan realita.
Suatu argumentasi disebut silogisme apabila mengikuti ciri-ciri sebagai berikut.
1. Semua pernyataannya
(proposisi) adalah proposisi kategoris.
2. Terdiri dari dua premis
dan sebuah kesimpulan.
3. Dua premis dan satu
kesimpulans ecara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan
masing-masing trem tampak di dalam dua dari tiga proposisi.
Siilogisme
terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan, yaitu premis mayor, Premis minor
dan kesimpulan. Silogisme terdiri dari ketiga term yang berbeda (term mayor,
term minor dan term menengah), serta masing-masing term muncul dalam dua dari
tiga proposisi.Nah! Ini semua yang telah saya pelajari di pertemuan ke empat, yang tentunya lebih melelahkan karena biasanya satu hari hanya belajar 2 sesi tapi hari ini belajar 4 sesi dan pulangnya pk. 16.40 tapi bukan masalah karena mama ku pernah berkata "orang yang mau sukses harus berani capek". Oke, sekian blog ingrid hari ini, semoga kalian bisa mendapat manfaat dari blog ku ya. Jangan lupa tinggalkan komentar dan kasih nilai untuk blog ku dari 1-100 hehehe makasih semua :D
Sumber : power point "subyektivisme dan obyektivisme", "konfirmasi, koherensi, dan konstruksi teori", "logika" dan "critical thinking"
bagus
BalasHapusThankyou :)
HapusHai inggrid... Blog kamu bagus.. Jelas dan tidak bertele-tele. aku kasih nilai 88 buat kamu.. :)
BalasHapusHai stefanny, thankyou ya :D
Hapusbagus blognya :)
BalasHapus88
Thankyou ya :)
Hapusdesain backgroundny keren, isinya jg bgus,
BalasHapussaya kasih 85 yaa
visit my blog litaseptiani.blogspot.com
okeoke makasih ya, nanti aku visit blog kamu :)
Hapuskeren nih, lengkap banget. jadi makin tertarik buatbelajar filsafat. kasih 85 yah
BalasHapusmakasih ya ilhammm :D
Hapusbagus grid, keep posting ya, ditunggu update nya
BalasHapusthankyou ko tommi :D
HapusHai, blog kamu cukup bagus dan lengkap, aku kasih nilai 80 ya :D
BalasHapusHaiii, makasih ya komennya :D
HapusInggrid blognya rapi sekalii, posting an nya jga uda lengkap! Nilainya 90 yahhh
BalasHapusHai dessy, makasih ya :D
HapusGriid blognya enak bgt dibacaaa keep on posting yea
BalasHapusyeay! thankyou ya mayaaa :D
Hapusingrid background blognya sih bagus loh, tampilannya menarik. isinya itu loh juga, kmren dosennya pake bahasa berat tp lu disini bahasanya gampang dimengerti. mantep beut dahhh ingrid :* 90 !
BalasHapushai woennn, makasih makasih yaaa punya lu juga bagus lohhh kemaren gua liat muah muah :*
Hapuslengkap banget nih, kirain kamus, ga tau nya blog nya Ingrid.. jadi ga bisa ngasih nilai kurang dari 88 nih..
BalasHapuseh bang rendy, bisaan aja nih si abang hahaha makasih yaaa banggg :3
HapusLengkap bgt blog mu nggrid hehehee semangat trus yaaaa 92 :))
BalasHapushai wennyyy, makasih ya wennn you too lohh :D
HapusBagus, menarik, dan rapi... nilai 80 dehh :)
BalasHapusmakasih ya doddy :D
Hapuslengkap blognya ^^ mudah dimengerti juga 90 buat ingrid
BalasHapusmakasih ya angelll :D
Hapusblognya bagus grid.. jelas dan rapiii
BalasHapus85 deeh buat ingridd :)
hai jejuuuu. makasih ya cicik fable :3
Hapusgilee.. lengkap bgd griiddd.... mantaappp.. rapi juga.. 95 deh buat ingrid
BalasHapuswihh makasi ya vanessa :D
Hapus