Hai haiii! Mulai hari ini, saya akan post di blog ini pakai
bahasa Indonesia loh. Saya hari ini mendapatkan pelajaran tentang Epistemologi
dan kebenaran di kelas filsafat saya. Jadi, saya akan bagikan pelajaran itu
melalui blog ini
EPISTEMOLOGI
Kata epistemology dari bahasa Yunani episteme
yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti ilmu. Epistemologi adalah
cabang filsafat yang berkaitan
dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Epistemologi berhubungan dengan
hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta
pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh
setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca
indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif,
metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan antara lain :
- Empirisme : suatu cara/metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
- Rasionalisme : sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran.
- Fenomenalisme (gabungan antara empirisme dan rasionalisme)
Sifat-sifat epistemologi :
•
Secara kritis : menguji cara kerja,pendekatan,
kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
•
Secara normative : menentukan tolok ukur/norma
penalaran tentang kebenaran pengetahuan
•
Secara evaluatif : menilai apakah suatu
keyakinan,pendapat suatu teori pengtahuan dapat dipertanggungjawabkan dan
dijamin kebenarannya secara logis dan akurat
Dasar dan
sumber pengetahuan :
-
Pengalaman manusia
-
Ingatan (memory)
-
Penegasan tentang apa yang diobservasi
-
Minat dan rasa ingin tahu
-
Pikiran dan penalaran
-
Logika
-
Bahasa
-
Kebutuhan hidup manusia
Struktur ilmu pengetahuan :
Terdapat dua kutub yaitu S
(subjek) dan O (objek). Subjek berperan sebagai yang menyadari atau mengetahui.
Sedangkan, objek berperan sebagai yang disadari atau diketahui. Hubungan antara
S dan O menjadi ilmu pengetahuan.
Teori kebenaran dalam ilmu
pengetahuan :
- Korespondensi
Kebenaran akan
terjadi apabila subjek yakin bahwa objek
sesuai dengan kenyataannya. Contoh : Saya melihat mobil berwarna hijau dan
kenyataannya mobil itu memang berwarna hijau
- Koherensi
Kebenaran akan
terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.
Contoh : Beberapa dokter merasa yakin dan benar bahwa penyakit pasien itu
disebabkan keracunan makanan
- Pragmatik
Kebenaran akan
terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya . Contoh : AC berguna untuk
mendinginkan suhu ruangan
- Konsensus
Kebenaran
konsensus akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu.
Contoh : Beberapa dokter yang menangani Bapak Gubernur sepakat bahwa ia (pasien) harus dioperasi secepatnya karena
penyakit usus buntunya sudah parah
- Semantik
• Kebenaran
semantik akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu
kata. Contoh : Saya dapat memahami dengan benar dan tepat tulisan di Jurnal
Wacana mengenai hubungan masyarakat dengan lingkungan sosial budaya.
Kebenaran biasanya
dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipirkan dan atau dinyatakan dengan kenyataan sesungguhnya. Suatu pengetahuan atau pernyataan di sebut benar
jika sesuai dengan kenyataan. Kata Yunani untuk kebenaran adalah alètheia. Pengertian Plato
tentang kebenaran secara etimologi bahwa alètheia berarti
“ketaktersembunyiaan adanya” atau “ketersingkapan adanya”. Kebenaran dalam
konsep Plato dimengerti sebagai terletak pada obyek yang diketahui, atau pada
apa yang dikejar untuk diketahui.
Aristoteles dalam
memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang
dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara
afirmatif atau negatif.
Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan
menjadi dua, yaitu kebenaran faktual dan kebenaran nalar. Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya
secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur
dengan dapat atau tidaknya secara inderawi). Kebenaran nalar adalah
kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah
pengetahuan baru mengenai dunia, tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna
untuk memperoleh pengatahuan yang benar tentang dunia ini.
Menurut Thomas Aquinas, kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran ontologis dan kebenaran logis. Kebenaran ontologis merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui. Kebenaran logis sebagai kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan. Kedudukan
kebenaranKedudukan
kebenaran pengetahuan dalam pandangan Platonis
lebih diletakkan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. sedangkan Aristotelian dalam subyek yang mengetahui.
Kesahihan dan
Kekeliruan
Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan :
1. Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses kegiatan mengetahui
2. Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah
3. Kerancuan atau kebingungan akibat emosi, frustasi, perasaan yang entah mengganggu konsentrasi atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia
4. Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial
5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logis.
Ini semua adalah materi yang telah saya pelajari hari ini. Semoga dapat membantu, dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar anda pada blok saya agar saya dapat memiliki blok yang lebih baik lagi ke depannya. Atas kesediaan kalian, saya ucapkan terima kasih :)
KEBENARAN
Menurut Thomas Aquinas, kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu kebenaran ontologis dan kebenaran logis. Kebenaran ontologis merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui. Kebenaran logis sebagai kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.
Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan :
1. Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses kegiatan mengetahui
2. Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah
3. Kerancuan atau kebingungan akibat emosi, frustasi, perasaan yang entah mengganggu konsentrasi atau membuat kurang terbuka terhadap bukti-bukti yang tersedia
4. Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial
5. Keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logis.
Ini semua adalah materi yang telah saya pelajari hari ini. Semoga dapat membantu, dan jangan lupa untuk meninggalkan komentar anda pada blok saya agar saya dapat memiliki blok yang lebih baik lagi ke depannya. Atas kesediaan kalian, saya ucapkan terima kasih :)
Sumber : power point "Epistemologi" dan "Kebenaran"
lengkap banget postingannyaa! 90 buat ingridd
BalasHapusThankyou ya sell ;D
HapusGila, inggrid blognya lengkap deh, emang niat nih bikinnya, 95 deh buat Inggrid, ckckxk
BalasHapushahaha salvian bisa ajaaa! makasih loh ya sal :3
Hapuslengkap dan kreatif banget editannya... aku kasi 90 yaa
BalasHapusYeayyy thankyou ya :)
HapusWah bagus banget bahasannya lengkap lagi gua kasih nilai 95 ing
BalasHapusThankyou chelbby :*
HapusIsinya lengkap dan sangat membantu.. Great post! Thanks for sharing :))
BalasHapusThankyou cipp :*
Hapuspostingnya sangat lengkap, penjelasanny mudah dimengerti dan ditambah lagi dengan beberapa contoh yang memperkuat penjelasanny..90 buat Ingrid
BalasHapusThankyou ya raymond :D
Hapusbagus grid, keep posting ya
BalasHapusthankyou ko tommi :D
Hapustwo thumbs up grid ! 85 !
BalasHapusthankyou angelll :D
HapusLengkap bangeet ngriddd
BalasHapusO.O
jadi gampang ngertinyaa 88 deh buat kamuu
hahaha makasih ya jeju :*
Hapusingridd lengkapp bgtt .. 88 yaa buatt kamuu ... jgn lupa main k blog ku yaa :)
BalasHapusyeay makasih cindyyy, iya gak lupa main ke blog mu kok :D
Hapus