Hello
Bloggers!
Hari
ini saya akan share mengenai apa yang saya pelajari pada Jumat, 26 September
2014 di kelas filsafat. Hari ini terdapat 3 sesi di kelas saya yang menyebabkan
saya pulang jam 3. Memang lelah, namun saya tetap tidak menyerah. Dari 3 sesi
ini, saya mempelajari tentang manusia dan afektivitasnya, kebebasan, dan
intellegensi. Yuk langsung kita mulai penjelasannya
MANUSIA DAN
AFEKTIVITASNYA
Kehidupan
afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana
subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat
jiwa’ (Thomas Aquinas).
Afektivitas
itu disamakan dengan kesanggupan merasa, padahal kehidupan afektif bukan hanya
menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yang spiritual.
Perbuatan
afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan
vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan perbuatan mengenal karena
perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada perbuatan mengenal subyek
membuka diri pada obyek.
Agar
ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan
afektifnya. Kesenangan adalah perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi
oleh keadaan berada lebih baik.
Cinta
diri sendiri sering dianggap egoisme. Padahal cinta akan diri sendiri dapat
ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.
Jika kita
mencintai Tuhan, bukan berarti kita mengasingkan diri dari diri sendiri. St.
Agustinus berkata, Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
Tuhan
adalah transenden dan imanen. Dia melampaui segala sesuatu dan selalu dekat
dengan kita. Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi.
Pada
materi ini kami diberikan sebuah games kecil. Begini aturan mainnya :
•
Mahasiswa berbaris membentuk lingkaran dan melepas sepatu
serta meletakkannya di depan. Setiap
orang berdiri di belakang sandal/sepatunya masing-masing.
•
Permainan dimulai dengan bertanya, “Do you love me?” pada seseorang. Maka dijawab, “Tidak, saya mencintai org yg berambut
panjang”. Maka, orang yang berambut panjang harus lari ke tempat sandal yang kosong. Yang tidak dapat, dia ditangkap oleh
fasilitator dan harus berdiri di tengah serta dapat hukuman.
•
Permainan dilanjutkan terus dengan pertanyaan yang sama
dan dijawab dengan bermacam-macam, misalnya “Tidak, saya mencintai
yang baju hitam, atau yang pakai kaca mata” atau “Ya, karena kamu memakai baju hitam”
KEBEBASAN
Jiwa dan
kebebasan
Dalam
fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas karena
jiwalah manusia menjadi mahluk bebas. Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan
merupakan penting humanisme
Pandangan
determinisme
Aliran
yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Seluruh kegiatan
manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
·
Determinisme fisik-biologis
·
Determinisme psikologis
·
Determinisme sosial
·
Determinisme teologis
Kelemahan
determinisme :
·
Menyangkal sifat
multidimensional dan paradoksal manusia
·
Menyangkal bahwa
manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
·
Menafikan adanya tanggung
jawab
Argumen
dari kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia
·
Manusia hidup dalam
“kemungkinan dapat”/berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
·
Adanya tanggung
jawab
·
Makna perbuatan
moral ada pada kebebasan
Arti
kebebasan
Pengertian
umum/kebebasan negatif/tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada
hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan
eksistensial
Pengertian
khusus/kebebasan eksistensial
·
Penyempurnaan diri
·
Kesanggupan memilih dan memutuskan
·
Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi
kemanusiaan (Franz Magnis-Suseno)
Jenis-jenis
kebebasan
- Kebebasan horizontal (berkaitan dengan
kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan
intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan,
tingkatan nilai)
- Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang
martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain)
- Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial
- Melibatkan pertimbangan
- Mengedepankan nilai kebaikan
- Menghidupkan otonomi
- Menyertakan tanggung jawab
Kebebasan
sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis, dan normatif. 4 alasan terdapat
pembatasan sosial :
·
Menyertakan pengertian
·
Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
·
Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
·
Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk
sosial
Sejarah
perkembangan masalah kebebasan
Filsafat
Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena
·
Adanya pandangan bahwa semua hal berada di
bawah “nasib”, “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa, yang
secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tak ada
pertanggungjawaban manusia atas tindakannya
·
Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian
alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
·
Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak
secara siklis
Zaman
abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
Zaman
modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
Era
kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
Kebebasan
dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala
keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian
diri
INTELEGENSI
Kompleksitas
pengetahuan
Pengetahuan adalah nilai bagi makhluk yang
mempunyainya baik bagi manusia,malaikat ataupun binatang.
Pengetahuan
dibedakan menjadi 2 :
·
Pengetahuan
indrawi : mencapai secara langsung melalui alat indra
·
Pengetahuan
intelektif : memperlihatkan dengan daya ingat dan khayalan
Sifat-sifat
pengetahuan :
·
Perseptif : memungkinkan kita untuk
menyesuaikan diri kita secara langsung.
·
Reflektif : membuat objektif kodrat manusia
atas realitas apa pun.
·
Diskurtif : memperhatikan objek dari suatu
benda,kemudian aspek lain sehingga membentuk prinsip sebab-akibat.
·
Induitif : memperhatikan objek dalam satu
aspek, keseluruhan dalam suatu bagian
·
Kontemplatif
: mempertimbangkan hal-hal dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.
·
Spekulatif
: mempertimbangkan hal-hal dalam ide-ide atau konsep tentang hal itu
·
Praktis
: mempertimbangkan bagaimana bisa digunakan.
·
Sinergis
: mengkoordinasikan seluruh keadaan dari subjek keseluruhan
(anggota,organ,kemampuan indrawi)
Arti
pengetahuan
Pengetahuan
adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek.
Pengetahuan
:
·
Relasional
: karena lewat pengetahuan manusia dapat salimg berhubungan
·
Trans-subjektif
: Karena pengetahuan adalah kegiatan yang menjadikan orang keluar dari
keterbatasannya dan mentransedensikan keakuan subjektifitasnya
Pengandaian
pengetahuan
Dari segi subjek
Supaya
makhluk hidup itu bisa mempunyai kesempurnaan yang dinamakan pengetahuan, maka
harus dikarakteristikan oleh :
- Keterbukaan
- Kemampuan menyambut
- Interioritas
Dari segi objek
Untuk
menjadikan objek yang dikenal, untuk menyatakan dirinya pada satu pihak membuat
kesan (atau mempengaruhi) subjek.
Bentuk
dari suatu benda menunjukkan kepada kita orientasi, tujuan, dan arti benda itu.
Akibatnya, mengerti bentuk dalam arti eidos (konsep, gagasan) suatu objek
adalah juga menangkap orientasi dan signifikasi, adalah mengerti mengapa dan
untuk apa dia dibuat. Contoh : melihat pisau
Pengertian
Intelegensi
didasari oleh sesuatu yang disebut dengan PENGERTIAN.
Pengertian
ini membicarakan :
- Yang bukan intelegensi
- Sifat dan objek
intelegensi
- Kegiatan intelegensi
- Kodrat intelegensi manusia
Yang
bukan intelegensi
Indrawi
: Mengambarkan segi-segi material dan konkret (dihasilkan oleh indra eksten).
Indrawi
batin (Intelektif) : Ingatan dan imajinasi (daya membayangkan).
Pengetahuan
Indrawi dan Intelektif bersifat sinergis
Intelegensi
menangkap kodrat objek dan tetap menyimpannya dalam dirinya sehingga dapat
dipertimbangkan objek itu bagi dirinya baik objeknya masih ada atau tidak ada.
Yang
bukan seluruh intelegensi
Intelegensi
tidak bisa diidentikkan dengan insight, refleksi, penalaran, kecakapan mengukur
dan menghitung. Intelegensi juga tidak dapat diidentifikasikan secara mutlak
dengan kemampuan untuk memulihkan keseimbangan melalui readaptasi diri. Semuanya itu bukanlah keseluruhan kegiatan
intelegensi.
Sesungguhnya
intelegensi manusia itu meliputi :
- Integensi
- Intuinsi
Sifat
dan objek intelegensi manusia
Menurut Descartes roh
memungkinkan untuk mencapai hakikat sendiri dari realitas, sedangkan panca
indra memberitahukan kepada kita apa yang berguna atau apa yang merugikan dari
hal hal tersebut
Intelejensi orang dewasa dapat
dikenal dengan objeknya, sdangkan intelejensi anak bersifat egosentris
Intelligere berasal dari kata
intus berarti dalam. Legere berarti membaca dan menangkap. Sehingga intellegere
berarti “membaca” dimensi dalam segal ahal dan menangkap artinya yang dalam.
Intelegensi manusia dewasa
bersifat tidak terbatas, memperhitungkan pelajran masa lampau, kemungkinan masa
depan, objektif dan terstruktur dan mendalam.
Objek dari intelejensi adalah
“ada” yakni sesalu ada, yang oernah ada dan mungkin akan ada baik berupa
kenyataan maupun khayalan atau berupa konsepsi saja.
Bila intelegensi ingin mengerti
sesuatu, maka penyelidikannya akan mengenai “ada” (eksistensi) atau bagaimana
objek itu ber-ada (esensi).
Bila inteligensi mengerti maka
ia menangkap objeknya itu ada atau ia adalah begini atau begitu. Bila ia
mendefinisikan, maka menempatkan objek itu dalam suatu jenis dan spesies
eksistensi tertentu. Bila mana ia menilai maka ia menegaskan bahwa objek itu
adalah seperti apa yang digambarkan dan dikatakannya. Bila ia bernalar maka ia
menunjukkan mengapa objeknya adalah sebagaimana adanya.
Segala penegasan, penilaian,
kesimpulan dan penalaran kita didasarkan kepada beberapa prinsip :
·
Prinsip identitas
·
Prinsip alasan yang mencukupi
·
Prinsip kualitas efisien
Prinsip-prinsip
di atas merupakan dinamisme dari ‘ada’ dalam kegiatan intelektual kita.
Kegiatan
intelegensi manusia
Suatu
intelegensi yang terjelma berkegiatan dalam kondisi :
- Intelegensi merupakan
salah satu kemampuan manusia dan beroperasi dengan partisipasi kemampuan
yang lain
- Apa yang dimengertinya
selalu dipahami.
- Tak bisa memahami sesuatu
secara mendalam dengan seketika melainkan secara progresif
- Intelegensi melalui
aktivitas dinamisme intelektual saja, perlu kehendak, keyakinan,
keberanian dan kesabaran
- Untuk dapat mengerti
dibutuhkan bantuan dan kolaborasi, perlu informasi terhadap suatu objek,
bimbingan penelitian,berpikir dalam hubungan dengan orang-orang lain.
Persepsi
: Semacam pengetahuan spontan pra-sadar dan pra-pribadi tentang dunia dimana
kita berada
Insight
: Intelegensi yang berhasil menembus suatu data, menangkap eidos-nya, bahwa
intelegensi mampu mengandaikan atau mengabstraksikan untuk menerangkan data
sehingga jelas ciri-ciri pokoknya
Putusan
: Lebih direfleksikan daripada persepsi, aprehensi, insight, sebab tiada putusan
autentik kecuali telah menyadari dasar pembenarannya. Salah satu tindakan
refleksi yang paling menakjubkan dari intelegensi manusia adalah tindakan
menyadari bahwa ia memiliki norma yang berkatnya ia mampu mengeluarkan
putusan-putusan tentang segala sesuatu
Penelitian
tentang intelegensi manusia membahas pada pokok pangkal masalah, yaitu bahasa
dan isyarat. Kata dan isyarat tampak sebagai sarana komunikasi dan manifestasi
diri terhadap orang lain
Kodrat
intelegensi manusia
Menurut
aliran sensualisme dan empirisme psikologi masuknya informasi lewat indra
bergantung pada pengetahuan dan intelegensi kita. Sifat immaterial atau
karakter transeden intelegensi terhadap indrawi bukan hanya muncul sebagai
kesimpulan analisis philosofis, karena roh bukanlah sesuatu yang bersifat material (K.S.Lashley.)
Manusia
mampu untuk mengambil jarak terhadap sesuatu, menjatuhkan pendapat, menilai,
memilih dan mengambil sikap dengan mengenal sebabnya.
Intelegensi
adalah prinsip kekekalan dalam diri kita, kematian bukanlah kehancuran total,
karena adanya roh yang tidak musnah bersama dengan daging.
Berikut yang telah saya pelajari di kelas psikologi saya Jumat, 26 September 2014. Jangan lupa komentar dan beri nilai 1-100 ya. Terima kasih :D
Sumber : power point "manusia dan afektivitasnya" , "kebebasan", dan "intelegensi"
buset grid lengkap banget deh blognya !! hahaha 93 :)
BalasHapushahahah lebay dan, btw makasih :D
Hapuslengkap banget grid. 99 ya
Hapus