Kamis, 25 September 2014

23 September 2014

Hai bloggers!
Hari ini, saya akan share mengenai etika dan moral serta filsafat manusia yang telah saya pelajari di kelas psikologi hari Selasa, 23 September 2014. Jadi, langsung aja yuk yuk kita mulai penjelasannya,

ETIKA DAN MORAL

Etika dan Moral
Pengertian Etika
1.      Secara Etimologis
Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang artinya watak.
Moral berasal dari kata Latin, yaitu Mos (tunggal) atau moris (jamak) yaitu artinya kebiasaan.
Jadi etika atau moral dapat diartikan sebagai ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
2.      Menurut KBBI
Etika adalah ilmu mengenai baik buruknya, benar salahnya, serta hak dan kewajiban moral (akhlak) yang dianut oleh masyarakat.
3.      Menurut Bertens
Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya

Etika dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.      ETIKA PERANGAI
Merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang disepakati oleh masyarakat dan menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan masyarakat tertentu pada waktu tertentu.
Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.

2.      ETIKA MORAL
Etika yang berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia.
Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghormati orang tua atau guru, menyantuni anak yatim-piatu

Arti Etika
      Etika sebagai ilmu
            “Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
      Etika sebagai kode etik
            “Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
      Etika sebagai sistem nilai
            “Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.”

Objek Formal dan Material dalam Etika
Objek formal etika adalahkebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut (Perbuatan yang dilakukan secara tidak sadar atau tidak bebas)
Objek material etikaadalah tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).

Etika Sebagai Cabang Ilmu Filsafat
Etika merupakan cabang filsafat yang menggunakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral pada situasi kehidupan konkret.Sebagai ilmu, etika hanya mencari kebenaran. Etika sebagai ilmu juga bersifat kritis dan metodis. Namun sebagai filsafat, etika mencari keterangan dan kebenaran yang sedalam-dalamnya.
Ketika kita mempelajari mengenai etika, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Belajar etika memiliki tujuan untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan buruk setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu


Berdasarkan kajian ilmu, etika dibagi menjadi 2 yaitu :
-          Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk mencari norma dasar.
-          Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

Sistematika Etika
1.      De Vos (1987)
-          Etika Deskriptif
Etika deskriptif adalah etika membahas apa yang dipandangnya berupa tingkah laku moral dalam arti luas. Misalnya: adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk

            - Sejarah Kesusilaan
Yang diselidiki adalah pendirian-pendirian mengenai baik-buruk yang manakah, norma-norma kesusilaan yang manakah yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang manakah yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu

            - Fenomenologi Kesusilaan
ilmu pengetahuan yang melukiskan kesusilaan sebagaimana adanya dari gejala kesusilaan yang terjadi dan mempertanyakan apakah yang merupakan makna atau hakikat kesusilaan.

-          Etika Normatif
Etika normatif berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan dan bersifat menuntun perilaku manusia. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan. Etika normative merupakan preskriptif yang menentukan benar-tidaknya tingkah laku atau anggapan-anggapan moral.

2.      K. Bertens (1993):
a.      Etika Deskriptif
b.      Etika Normatif (umum dan khusus)
c.       Metaetika
Meta berasal dari Bahasa Yunani yang berarti melebihi atau melampaui. Persoalan yang menyangkut metaetika adalah persoalan yang rumit dan tidak dapat dijawab secara memuaskan.
Contoh : Pertanyaan tentang hakikat keadilan, hakikat ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan.

3.      Franz Magnis-Suseno (1991)
a.      Etika Umum
Etika umum merupakanpegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
Contoh tema yang menjadi penyelidikan etika umum:
Bagaimana hubungan tanggung jawab manusia dan kebebasannya? Dapatkah dipastikan bahwa manusia sungguh-sungguh bebas?

b.      Etika Khusus
Etika khusus membahas prinsip-prinsip moral dasar dalam hubungan dengan kewajiban manusia disetiap bidang kehidupan secara khusus.
            - Etika Individividualà menyangkut kewajiban sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
            - Etika Sosial à sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
- Sikap terhadap sesama
                        - Etika keluarga
                        - Etika profesi: -biomedis
                                                - bisnis
                                                - hukum
                                                 - ilmu pengetahuan
                        - Etika politik
                        - Etika lingkungan hidup
                                           - Kritik ideologi-ideologi

Etika Profesi
Etika profesi adalah hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
         Adanya pengetahuan khusus
         Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
         Mengabdi pada kepentingan masyarakat,
         Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
         Menjadi anggota dari suatu profesi.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
-          Tanggung jawabà terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya, serta dampak profesi untuk kehidupan orang lain
-          Keadilan àmenuntut kita untuk memberikan siapa saja apa yang menjadi haknya.
-          Otonomi àmenuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Kode Etik
Kode etik yaitu norma yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat

Tujuan kode etik :
-          Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
-          Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
-          Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
-          Untuk meningkatkan mutu profesi.
-          Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
-          Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
-          Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
-          Menentukan baku standarnya sendiri.

Aliran dalam Etika
1.      Eudemonismeà menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik.
2.      Hedonisme à kenikmatan dan kesenangan yang menjadi tujuan hidup manusia.
3.      Egoisme à kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang(bukan kebaikan orang lain)
4.      Utilitarianisme àsegala sesuatu yang berguna selalu dianggap baik.
5.      Deontologisme àSikap dan intensi pelaku lebih diutamakan daripada apa yang dilakukan secara konsekuensi perbuatan itu
Deontologisme Etis à dasar moraladalah kewajiban.
6.      Etika situasi à kebenaran suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual (situasi mempengaruhi kesadaran individual)

Perbedaan Etika dan Moral
Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan. Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan. Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti hanya asal bahasanya yang berbeda. Namun, ada sedikit perbedaan dalam penggunaannya sehari-hari yaitu moral digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai sedangkan etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.

Amoral dan Imoral
Amoral:
-          tidak berhubungan dengan konteks moral
-          di luar suasana etis
-          non-moral

Immoral:
-          bertentangan dengan moralitas yang baik
-          secara moral buruk
-          tidak etis

Etika dan Etiket
Etika
Etiket
Menetapkan norma perbuatan, apakah boleh dilakukan atau tidak, misalnya: masuk rumah orang lain tanpa izin.
Menetapkan cara melakukan perbuatan dan sesuai yang diharapkan
Berlaku tidak bergantung padaada tidaknya orang lain, misal larangan mencuri selalu berlaku, baik ada atau tidak orang lain.
Berlaku hanya dalam pergaulan, jika tidak ada orang lain etiket tidak berlaku.
Bersifat absolut, misalnya jangan mencuri, jangan membunuh
Bersifat relatif, sesuatu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan dapat dianggap sopan dalam kebudayaan lain.
Memandang manusia dari segi dalam (batin)
Memandang manusia dari segi luar (lahiriah)
     
Beda Etika dan Hukum
-          Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja sedangkan etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
-          Sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan
-          Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak Negara, sedangkan etika melebihi para individu dan masyarakat.
-          Hukum memberikan putusan terhadap perbuatan, sedangkan etika memberikan penilaian baik buruknya.
-          Etika ditujukan kepada manusia sebagai makhluk individu sedangkan hukum ditujukan kepada manusia sebagai makhluk sosial.

Beda Etika dan Agama

Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.

FILSAFAT MANUSIA

Filsafat manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia, hakikat hidup manusia, dan realitas eksistensi manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Istilah terkait filsafat manusia :
Dulu : Psikologi filosofis dan psikologi rasional (Sebagai lawan dari “psikologi empiris”, “psikologi eksperimental” atau “psikologi ilmiah”)
Sekarang : filsafat manusia dan antropologi filosofis
Manusia perlu mempelajari filsafat karena manusia mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”. Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Manusia harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Tokoh-tokoh filsafat manusia :
·                     Plato
·                     Aristoteles
·                     Merleau-Ponty
·                     Martin Heidegger
·                     Soren Kierkegaard
·                     Emmanuel Levinas
·                     Gabriel Marcel
·                     Jacques Lacan
·                     Jacques Derrida

Relevankah filsafat manusia ?
Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal.
Alasannya, dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya. Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik.

Metode Filsafat Manusia :
·                     Refleksi
·                     Analisa Transendental (membayangkan yang diluar)
·                     Sintesa
·                     Ekstensif
·                     Intensif
·                     Kritis

Objek filsafat manusia:
·                     Objek material : Manusia
·                     Objek formal : Esensi manusia yang fundamental

Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia ?
·                     Kekaguman
·                     Ketakjuban
·                     Frustasi
·                     Delusi
·                     Pengalaman negatif

Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia ?
·                     Mencari kekhasan manusia
·                     Manusia sebagai "ada-di-dunia"
·                     Evolusi
·                     Antar subyektivitas (sosialitas manusia)
·                     Manusia sebagai eksistensi bertumbuh
·                     Transendensi (out to the box, beyond, melampaui dunia)
·                     Manusia sebagai roh
·                     Pengetahuan manusia
·                     Kebebasan
·                     Kesejarahan/historitas
·                     Kebudayaan, sains dan teknologi
·                     Dimensi antropologis dari pekerjaan
·                     Manusia sebagai pribadi/manusia
·                     Kematian dan harapan

Yeayy! Selesai deh kita belajarnya hari ini. Tunggu postingan Ingrid selanjutnya ya. Harap untuk beri komentar dan beri nilai 1-100 untuk blog ku yaaa. Terima kasih karena sudah membaca :D

Sumber : power point "Etika dan Moral" dan "Filsafat Manusia"

4 komentar: