Sabtu, 27 September 2014

Apakah Manusia Bebas?

Hidup manusia bagaikan permainan catur. Manusia bebas bergerak ke mana dia mau,namun pola gerakannya terikat dengan ketentuan yang sudah pasti. Perhatikan saja permainan catur, setiap aktor yang berada di atas papan terikat dengan pola gerakan yang sudah pasti.Jika dilanggar, permainan catur jadi buyar.

Batas yang paling mudah dilihat dan tidak bisa ditawar adalah keterbatasan fisiknya. Alam membatasi manusia tidak bisa terbang seperti burung atau menyelam ke dasar laut bagaikan ikan, sekalipun manusia memiliki kebebasan berimajinasi untuk melakukannya. Baru nanti dengan kreasi akalnya manusia menciptakan pesawat terbang atau kapal selam untuk dikendarai. Batasan yang paling nyata dan pasti tentu saja umur.

Jadi, manusia pada dasarnya diberikan kebebasan seperti kebebasan untuk mengeluarkan pendapat, bergerak, berpikir, dan berbicara. Namun, setiap kebebasan manusia ada batasan-batasannya seperti aturan yang mengikat pada diri manusia yang harus ditaati.


Sumber : http://www.uinjkt.ac.id/index.php/category-table/2300-benarkah-manusia-bebas.html

26 September 2014

Hello Bloggers!
Hari ini saya akan share mengenai apa yang saya pelajari pada Jumat, 26 September 2014 di kelas filsafat. Hari ini terdapat 3 sesi di kelas saya yang menyebabkan saya pulang jam 3. Memang lelah, namun saya tetap tidak menyerah. Dari 3 sesi ini, saya mempelajari tentang manusia dan afektivitasnya, kebebasan, dan intellegensi. Yuk langsung kita mulai penjelasannya
MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA

Afektivitas membuat manusia berada di dunia dan berpartisipasi dengan orang lain. Afektifitas mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif. Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain: mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling drnya krn menganggapnya buruk. Cinta merupkan buah afektivitas positif, sedangkan benci merupakan buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yang paling dasariah.

Sikap mana yang diambil afektivitas berhadapan dengan obyek? Terhadap obyek yang dianggap berguna subyek mencintainya. Ini disebut cinta utilitaris/bermanfaat.
Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).

Afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa, padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yang spiritual.
Perbuatan afektif sedikit mirip dengan perbuatan mengenal karena dianggap perbuatan vital/imanen. Tapi perbuatan afektif beda dengan perbuatan mengenal karena perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada perbuatan mengenal subyek membuka diri pada obyek.

Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya. Kesenangan adalah perasaan yang dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Cinta diri sendiri sering dianggap egoisme. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.
Jika kita mencintai Tuhan, bukan berarti kita mengasingkan diri dari diri sendiri. St. Agustinus berkata, Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
Tuhan adalah transenden dan imanen. Dia melampaui segala sesuatu dan selalu dekat dengan kita. Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi.

Pada materi ini kami diberikan sebuah games kecil. Begini aturan mainnya :
       Mahasiswa berbaris membentuk lingkaran dan melepas sepatu serta meletakkannya di depan. Setiap orang berdiri di belakang sandal/sepatunya masing-masing.
       Permainan dimulai dengan bertanya, “Do you love me?” pada seseorang. Maka dijawab, “Tidak, saya mencintai org yg berambut panjang”. Maka, orang yang berambut panjang harus lari ke tempat sandal yang kosong. Yang tidak dapat, dia ditangkap oleh fasilitator dan harus berdiri di tengah serta dapat hukuman.
       Permainan dilanjutkan terus dengan pertanyaan yang sama dan dijawab dengan bermacam-macam, misalnya “Tidak, saya mencintai yang baju hitam, atau yang pakai kaca mata” atau “Ya, karena kamu memakai baju hitam”

KEBEBASAN

Jiwa dan kebebasan
Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas karena jiwalah manusia menjadi mahluk bebas. Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme

Pandangan determinisme
Aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
·         Determinisme fisik-biologis
·         Determinisme psikologis
·         Determinisme sosial
·         Determinisme teologis

Kelemahan determinisme :
·         Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
·         Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
·         Menafikan adanya tanggung jawab

Argumen dari kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia
·         Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat”/berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
·         Adanya tanggung jawab
·         Makna perbuatan moral ada pada kebebasan

Arti kebebasan
Pengertian umum/kebebasan negatif/tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
Pengertian khusus/kebebasan eksistensial
·         Penyempurnaan diri
·         Kesanggupan memilih dan memutuskan
·         Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (Franz Magnis-Suseno)

Jenis-jenis kebebasan
  • Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
  • Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain)
  • Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial
    • Melibatkan pertimbangan
    • Mengedepankan nilai kebaikan
    • Menghidupkan otonomi
    • Menyertakan tanggung jawab
Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis, dan normatif. 4 alasan terdapat pembatasan sosial :
·         Menyertakan pengertian
·         Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
·         Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
·         Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk sosial

Sejarah perkembangan masalah kebebasan
Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena
·         Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib”, “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa, yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tak ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya
·         Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
·         Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis

Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik
Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik
Era kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial
Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri

INTELEGENSI

Kompleksitas pengetahuan
Pengetahuan adalah nilai bagi makhluk yang mempunyainya baik bagi manusia,malaikat ataupun binatang.
Pengetahuan dibedakan menjadi 2 :
·         Pengetahuan indrawi : mencapai secara langsung melalui alat indra
·         Pengetahuan intelektif : memperlihatkan dengan daya ingat dan khayalan

Sifat-sifat pengetahuan :
·         Perseptif : memungkinkan kita untuk menyesuaikan diri kita secara langsung.
·         Reflektif : membuat objektif kodrat manusia atas realitas apa pun.
·         Diskurtif : memperhatikan objek dari suatu benda,kemudian aspek lain sehingga membentuk prinsip sebab-akibat.
·         Induitif : memperhatikan objek dalam satu aspek, keseluruhan dalam suatu bagian
·         Kontemplatif : mempertimbangkan hal-hal dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri.
·         Spekulatif : mempertimbangkan hal-hal dalam ide-ide atau konsep tentang hal itu
·         Praktis : mempertimbangkan bagaimana bisa digunakan.
·         Sinergis : mengkoordinasikan seluruh keadaan dari subjek keseluruhan (anggota,organ,kemampuan indrawi)

Arti pengetahuan
Pengetahuan adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek.
Pengetahuan :
·         Relasional : karena lewat pengetahuan manusia dapat salimg berhubungan
·         Trans-subjektif : Karena pengetahuan adalah kegiatan yang menjadikan orang keluar dari keterbatasannya dan mentransedensikan keakuan subjektifitasnya

Pengandaian pengetahuan
Dari segi subjek
Supaya makhluk hidup itu bisa mempunyai kesempurnaan yang dinamakan pengetahuan, maka harus dikarakteristikan oleh :
  1. Keterbukaan
  2. Kemampuan menyambut
  3. Interioritas
Dari segi objek
Untuk menjadikan objek yang dikenal, untuk menyatakan dirinya pada satu pihak membuat kesan (atau mempengaruhi) subjek.
Bentuk dari suatu benda menunjukkan kepada kita orientasi, tujuan, dan arti benda itu. Akibatnya, mengerti bentuk dalam arti eidos (konsep, gagasan) suatu objek adalah juga menangkap orientasi dan signifikasi, adalah mengerti mengapa dan untuk apa dia dibuat. Contoh : melihat pisau
Pengertian
Intelegensi didasari oleh sesuatu yang disebut dengan PENGERTIAN.
Pengertian ini membicarakan :
  1. Yang bukan intelegensi
  2. Sifat dan objek intelegensi
  3. Kegiatan intelegensi
  4. Kodrat intelegensi manusia
Yang bukan intelegensi
Indrawi : Mengambarkan segi-segi material dan konkret (dihasilkan oleh indra eksten).
Indrawi batin (Intelektif) : Ingatan dan imajinasi (daya membayangkan).
Pengetahuan Indrawi dan Intelektif  bersifat sinergis
Intelegensi menangkap kodrat objek dan tetap menyimpannya dalam dirinya sehingga dapat dipertimbangkan objek itu bagi dirinya baik objeknya masih ada atau tidak ada.
Yang bukan seluruh intelegensi
Intelegensi tidak bisa diidentikkan dengan insight, refleksi, penalaran, kecakapan mengukur dan menghitung. Intelegensi juga tidak dapat diidentifikasikan secara mutlak dengan kemampuan untuk memulihkan keseimbangan melalui readaptasi diri.  Semuanya itu bukanlah keseluruhan kegiatan intelegensi.
Sesungguhnya intelegensi manusia itu meliputi :
  1. Integensi
  2. Intuinsi
Sifat dan objek intelegensi manusia
Menurut Descartes roh memungkinkan untuk mencapai hakikat sendiri dari realitas, sedangkan panca indra memberitahukan kepada kita apa yang berguna atau apa yang merugikan dari hal hal tersebut
Intelejensi orang dewasa dapat dikenal dengan objeknya, sdangkan intelejensi anak bersifat egosentris
Intelligere berasal dari kata intus berarti dalam. Legere berarti membaca dan menangkap. Sehingga intellegere berarti “membaca” dimensi dalam segal ahal dan menangkap artinya yang dalam.
Intelegensi manusia dewasa bersifat tidak terbatas, memperhitungkan pelajran masa lampau, kemungkinan masa depan, objektif dan terstruktur dan mendalam.
Objek dari intelejensi adalah “ada” yakni sesalu ada, yang oernah ada dan mungkin akan ada baik berupa kenyataan maupun khayalan atau berupa konsepsi saja.
Bila intelegensi ingin mengerti sesuatu, maka penyelidikannya akan mengenai “ada” (eksistensi) atau bagaimana objek itu ber-ada (esensi).
Bila inteligensi mengerti maka ia menangkap objeknya itu ada atau ia adalah begini atau begitu. Bila ia mendefinisikan, maka menempatkan objek itu dalam suatu jenis dan spesies eksistensi tertentu. Bila mana ia menilai maka ia menegaskan bahwa objek itu adalah seperti apa yang digambarkan dan dikatakannya. Bila ia bernalar maka ia menunjukkan mengapa objeknya adalah sebagaimana adanya.
Segala penegasan, penilaian, kesimpulan dan penalaran kita didasarkan kepada beberapa prinsip :
·         Prinsip identitas
·         Prinsip alasan yang mencukupi
·         Prinsip kualitas efisien
Prinsip-prinsip di atas merupakan dinamisme dari ‘ada’ dalam kegiatan intelektual kita.

Kegiatan intelegensi manusia
Suatu intelegensi yang terjelma berkegiatan dalam kondisi :
  1. Intelegensi merupakan salah satu kemampuan manusia dan beroperasi dengan partisipasi kemampuan yang lain
  2. Apa yang dimengertinya selalu dipahami.
  3. Tak bisa memahami sesuatu secara mendalam dengan seketika melainkan secara progresif
  4. Intelegensi melalui aktivitas dinamisme intelektual saja, perlu kehendak, keyakinan, keberanian dan kesabaran
  5. Untuk dapat mengerti dibutuhkan bantuan dan kolaborasi, perlu informasi terhadap suatu objek, bimbingan penelitian,berpikir dalam hubungan dengan orang-orang lain.
Persepsi : Semacam pengetahuan spontan pra-sadar dan pra-pribadi tentang dunia dimana kita berada
Insight : Intelegensi yang berhasil menembus suatu data, menangkap eidos-nya, bahwa intelegensi mampu mengandaikan atau mengabstraksikan untuk menerangkan data sehingga jelas ciri-ciri pokoknya
Putusan : Lebih direfleksikan daripada persepsi, aprehensi, insight, sebab tiada putusan autentik kecuali telah menyadari dasar pembenarannya. Salah satu tindakan refleksi yang paling menakjubkan dari intelegensi manusia adalah tindakan menyadari bahwa ia memiliki norma yang berkatnya ia mampu mengeluarkan putusan-putusan tentang segala sesuatu
Penelitian tentang intelegensi manusia membahas pada pokok pangkal masalah, yaitu bahasa dan isyarat. Kata dan isyarat tampak sebagai sarana komunikasi dan manifestasi diri terhadap orang lain

Kodrat intelegensi manusia
Menurut aliran sensualisme dan empirisme psikologi masuknya informasi lewat indra bergantung pada pengetahuan dan intelegensi kita. Sifat immaterial atau karakter transeden intelegensi terhadap indrawi bukan hanya muncul sebagai kesimpulan analisis philosofis, karena roh bukanlah sesuatu yang bersifat material  (K.S.Lashley.)
Manusia mampu untuk mengambil jarak terhadap sesuatu, menjatuhkan pendapat, menilai, memilih dan mengambil sikap dengan mengenal sebabnya.

Intelegensi adalah prinsip kekekalan dalam diri kita, kematian bukanlah kehancuran total, karena adanya roh yang tidak musnah bersama dengan daging.

Berikut yang telah saya pelajari di kelas psikologi saya Jumat, 26 September 2014. Jangan lupa komentar dan beri nilai 1-100 ya. Terima kasih :D

Sumber : power point "manusia dan afektivitasnya" , "kebebasan", dan "intelegensi"

Jumat, 26 September 2014

25 September 2014

Hai bloggers!
Hari ini, saya akan membahas tentang apa yang saya pelajari di kelas filsafat pada Kamis, 25 September 2014. Jadi, hari ini saya dan psikologi 2014 menghadapi UTS di kelas filsafat. Oleh karena itu, kami merasa sangat stress karena materi yang diberikan begitu banyak dan sulit untuk dipelajari. Walaupun begitu, kami tetap tidak menyerah dalam mengerjakan UTS tersebut. Setelah selesai UTS, kami masuk kembali ke kelas untuk belajar. Yaaa, hari ini kami mempelajari mengenai badan dan jiwa yang masih termasuk ke dalam filsafat manusia. Berikut penjelasan yang akan saya uraikan.

FILSAFAT MANUSIA : BADAN DAN JIWA

Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.Terdapat 2 aliran yang melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang yaitu monisme dan dualisme.

Monisme
Aliran yg menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.
3 bentuk aliran monisme :
·         Materialisme : menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada.
·         Teori identitas : mengakui aktivitas mental manusia dan memaparkan tentang letak perbedaan jiwa dan badan hanya pada arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.
·         Idealisme = ada hal yang tidak dpt diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna. Itu hanya punya arti bila dihubungkan dengan jiwa.

Dualisme
Badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dalam pengertian dan objek.
4 cabang dualisme :
·         Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa
·         Okkasionalisme = memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa
·         Paralelisme = sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia
·         Epifenomenalisme = melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf

Badan manusia
Badan adalah kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel). Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya, tapi dlm seluruh aktivitas entitas yg terjadi dlm badan: tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

Jiwa manusia
Dalam pandangan tradisional, jiwa adalah makluk halus dan tidak bisa ditangkap indera. Pandangan ini ditolak, karena jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

4 kemampuan dasar jiwa manusia menurut James P Pratt :
1.    Menghasilkan kualitas penginderaan
2.    Mampu menghasilkan makna yang berasal dari pengeinderaan khusus
3.    Mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan
4.    Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan

Manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakannya karena dorongan dari jiwa. Jiwa mendorong manusia utk melakukan hukum-hukum moral yg diketahui. Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dalam diri seseorang. Kemampuan jiwa menunjukkan bahwa kegiatan manusia bukan mekanistik (Agustinus)


Sekian bloggers penjelasan mengenai badan dan jiwa dari saya. Semoga bermanfaat dan dapat dimengerti. Jangan lupa tinggalkan komen untuk perbaikan blog dan nilai 1-100. Thank you :D

Kamis, 25 September 2014

23 September 2014

Hai bloggers!
Hari ini, saya akan share mengenai etika dan moral serta filsafat manusia yang telah saya pelajari di kelas psikologi hari Selasa, 23 September 2014. Jadi, langsung aja yuk yuk kita mulai penjelasannya,

ETIKA DAN MORAL

Etika dan Moral
Pengertian Etika
1.      Secara Etimologis
Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ethos yang artinya watak.
Moral berasal dari kata Latin, yaitu Mos (tunggal) atau moris (jamak) yaitu artinya kebiasaan.
Jadi etika atau moral dapat diartikan sebagai ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
2.      Menurut KBBI
Etika adalah ilmu mengenai baik buruknya, benar salahnya, serta hak dan kewajiban moral (akhlak) yang dianut oleh masyarakat.
3.      Menurut Bertens
Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya

Etika dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.      ETIKA PERANGAI
Merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang disepakati oleh masyarakat dan menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan masyarakat tertentu pada waktu tertentu.
Contoh: berbusana adat, pergaulan muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.

2.      ETIKA MORAL
Etika yang berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia.
Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghormati orang tua atau guru, menyantuni anak yatim-piatu

Arti Etika
      Etika sebagai ilmu
            “Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
      Etika sebagai kode etik
            “Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.”
      Etika sebagai sistem nilai
            “Nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.”

Objek Formal dan Material dalam Etika
Objek formal etika adalahkebaikan dan keburukan, bermoral tidak bermoral dari tingkah laku tersebut (Perbuatan yang dilakukan secara tidak sadar atau tidak bebas)
Objek material etikaadalah tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas).

Etika Sebagai Cabang Ilmu Filsafat
Etika merupakan cabang filsafat yang menggunakan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral pada situasi kehidupan konkret.Sebagai ilmu, etika hanya mencari kebenaran. Etika sebagai ilmu juga bersifat kritis dan metodis. Namun sebagai filsafat, etika mencari keterangan dan kebenaran yang sedalam-dalamnya.
Ketika kita mempelajari mengenai etika, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Belajar etika memiliki tujuan untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan buruk setiap manusia dalam ruang dan waktu tertentu


Berdasarkan kajian ilmu, etika dibagi menjadi 2 yaitu :
-          Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk mencari norma dasar.
-          Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

Sistematika Etika
1.      De Vos (1987)
-          Etika Deskriptif
Etika deskriptif adalah etika membahas apa yang dipandangnya berupa tingkah laku moral dalam arti luas. Misalnya: adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk

            - Sejarah Kesusilaan
Yang diselidiki adalah pendirian-pendirian mengenai baik-buruk yang manakah, norma-norma kesusilaan yang manakah yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang manakah yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu

            - Fenomenologi Kesusilaan
ilmu pengetahuan yang melukiskan kesusilaan sebagaimana adanya dari gejala kesusilaan yang terjadi dan mempertanyakan apakah yang merupakan makna atau hakikat kesusilaan.

-          Etika Normatif
Etika normatif berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan dan bersifat menuntun perilaku manusia. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan. Etika normative merupakan preskriptif yang menentukan benar-tidaknya tingkah laku atau anggapan-anggapan moral.

2.      K. Bertens (1993):
a.      Etika Deskriptif
b.      Etika Normatif (umum dan khusus)
c.       Metaetika
Meta berasal dari Bahasa Yunani yang berarti melebihi atau melampaui. Persoalan yang menyangkut metaetika adalah persoalan yang rumit dan tidak dapat dijawab secara memuaskan.
Contoh : Pertanyaan tentang hakikat keadilan, hakikat ketidakadilan, bahkan hakikat kebaikan dan keburukan.

3.      Franz Magnis-Suseno (1991)
a.      Etika Umum
Etika umum merupakanpegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
Contoh tema yang menjadi penyelidikan etika umum:
Bagaimana hubungan tanggung jawab manusia dan kebebasannya? Dapatkah dipastikan bahwa manusia sungguh-sungguh bebas?

b.      Etika Khusus
Etika khusus membahas prinsip-prinsip moral dasar dalam hubungan dengan kewajiban manusia disetiap bidang kehidupan secara khusus.
            - Etika Individividualà menyangkut kewajiban sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
            - Etika Sosial à sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
- Sikap terhadap sesama
                        - Etika keluarga
                        - Etika profesi: -biomedis
                                                - bisnis
                                                - hukum
                                                 - ilmu pengetahuan
                        - Etika politik
                        - Etika lingkungan hidup
                                           - Kritik ideologi-ideologi

Etika Profesi
Etika profesi adalah hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
         Adanya pengetahuan khusus
         Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
         Mengabdi pada kepentingan masyarakat,
         Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
         Menjadi anggota dari suatu profesi.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
-          Tanggung jawabà terhadap pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya, serta dampak profesi untuk kehidupan orang lain
-          Keadilan àmenuntut kita untuk memberikan siapa saja apa yang menjadi haknya.
-          Otonomi àmenuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Kode Etik
Kode etik yaitu norma yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat

Tujuan kode etik :
-          Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
-          Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
-          Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
-          Untuk meningkatkan mutu profesi.
-          Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
-          Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
-          Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
-          Menentukan baku standarnya sendiri.

Aliran dalam Etika
1.      Eudemonismeà menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik.
2.      Hedonisme à kenikmatan dan kesenangan yang menjadi tujuan hidup manusia.
3.      Egoisme à kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang(bukan kebaikan orang lain)
4.      Utilitarianisme àsegala sesuatu yang berguna selalu dianggap baik.
5.      Deontologisme àSikap dan intensi pelaku lebih diutamakan daripada apa yang dilakukan secara konsekuensi perbuatan itu
Deontologisme Etis à dasar moraladalah kewajiban.
6.      Etika situasi à kebenaran suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual (situasi mempengaruhi kesadaran individual)

Perbedaan Etika dan Moral
Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan. Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan. Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti hanya asal bahasanya yang berbeda. Namun, ada sedikit perbedaan dalam penggunaannya sehari-hari yaitu moral digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai sedangkan etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang ada.

Amoral dan Imoral
Amoral:
-          tidak berhubungan dengan konteks moral
-          di luar suasana etis
-          non-moral

Immoral:
-          bertentangan dengan moralitas yang baik
-          secara moral buruk
-          tidak etis

Etika dan Etiket
Etika
Etiket
Menetapkan norma perbuatan, apakah boleh dilakukan atau tidak, misalnya: masuk rumah orang lain tanpa izin.
Menetapkan cara melakukan perbuatan dan sesuai yang diharapkan
Berlaku tidak bergantung padaada tidaknya orang lain, misal larangan mencuri selalu berlaku, baik ada atau tidak orang lain.
Berlaku hanya dalam pergaulan, jika tidak ada orang lain etiket tidak berlaku.
Bersifat absolut, misalnya jangan mencuri, jangan membunuh
Bersifat relatif, sesuatu yang dianggap tidak sopan dalam suatu kebudayaan dapat dianggap sopan dalam kebudayaan lain.
Memandang manusia dari segi dalam (batin)
Memandang manusia dari segi luar (lahiriah)
     
Beda Etika dan Hukum
-          Hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja sedangkan etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
-          Sanksi hukum bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan
-          Hukum didasarkan pada kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak Negara, sedangkan etika melebihi para individu dan masyarakat.
-          Hukum memberikan putusan terhadap perbuatan, sedangkan etika memberikan penilaian baik buruknya.
-          Etika ditujukan kepada manusia sebagai makhluk individu sedangkan hukum ditujukan kepada manusia sebagai makhluk sosial.

Beda Etika dan Agama

Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.

FILSAFAT MANUSIA

Filsafat manusia adalah bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia, hakikat hidup manusia, dan realitas eksistensi manusia. Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.
Istilah terkait filsafat manusia :
Dulu : Psikologi filosofis dan psikologi rasional (Sebagai lawan dari “psikologi empiris”, “psikologi eksperimental” atau “psikologi ilmiah”)
Sekarang : filsafat manusia dan antropologi filosofis
Manusia perlu mempelajari filsafat karena manusia mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”. Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Manusia harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Tokoh-tokoh filsafat manusia :
·                     Plato
·                     Aristoteles
·                     Merleau-Ponty
·                     Martin Heidegger
·                     Soren Kierkegaard
·                     Emmanuel Levinas
·                     Gabriel Marcel
·                     Jacques Lacan
·                     Jacques Derrida

Relevankah filsafat manusia ?
Ya, manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal.
Alasannya, dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya. Dengan mendalami manusia, manusia mengenal dirinya lebih baik.

Metode Filsafat Manusia :
·                     Refleksi
·                     Analisa Transendental (membayangkan yang diluar)
·                     Sintesa
·                     Ekstensif
·                     Intensif
·                     Kritis

Objek filsafat manusia:
·                     Objek material : Manusia
·                     Objek formal : Esensi manusia yang fundamental

Dari mana datangnya pertanyaan mengenai manusia ?
·                     Kekaguman
·                     Ketakjuban
·                     Frustasi
·                     Delusi
·                     Pengalaman negatif

Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia ?
·                     Mencari kekhasan manusia
·                     Manusia sebagai "ada-di-dunia"
·                     Evolusi
·                     Antar subyektivitas (sosialitas manusia)
·                     Manusia sebagai eksistensi bertumbuh
·                     Transendensi (out to the box, beyond, melampaui dunia)
·                     Manusia sebagai roh
·                     Pengetahuan manusia
·                     Kebebasan
·                     Kesejarahan/historitas
·                     Kebudayaan, sains dan teknologi
·                     Dimensi antropologis dari pekerjaan
·                     Manusia sebagai pribadi/manusia
·                     Kematian dan harapan

Yeayy! Selesai deh kita belajarnya hari ini. Tunggu postingan Ingrid selanjutnya ya. Harap untuk beri komentar dan beri nilai 1-100 untuk blog ku yaaa. Terima kasih karena sudah membaca :D

Sumber : power point "Etika dan Moral" dan "Filsafat Manusia"